sepeda amphibi UNIK ala CHINA

boleh juga ide nya nih .. bikin yukz ... kaya nya ngg terlalu sulit ??? hehee......



[Amphibious_Bicycle_01.jpg]

[Amphibious_Bicycle_02.jpg]

[Amphibious_Bicycle_03.jpg]


[Amphibious_Bicycle_04.jpg]

[Amphibious_Bicycle_05.jpg]

[Amphibious_Bicycle_06.jpg]

[Amphibious_Bicycle_07.jpg]

Perbandingan Militer antara INDONESIA vs MALAYSIA

[Image: militaryindon.jpg]

[Image: militarymalaysia.jpg]

Malaysia berhasil jebak RI rundingkan Ambalat



JAKARTA - Para pemimpin Indonesia harus mewaspadai langkah-langkah Malaysia yang berusaha menggiring masalah blok Ambalat ke meja perundingan melalui cara-cara yang licik, yaitu sengaja melakukan pelanggaran. Dengan melakukan pelanggaran demi pelanggaran di blok Ambalat, pemerintah negeri jiran itu ingin melihat reaksi Indonesia yang pada umumnya selalu menawarkan perundingan, lalu kemudian setelah itu, Malaysia akan mengajukan gugatan bahwa bagian dari wilayah NKRI itu adalah milik mereka.


Upaya-upaya Malaysia ini pun nampaknya berhasil mempengaruhi para pemimpin Indonesia yang kemungkinan besar malah akan me-nawarkan perundingan dengan Malaysia. Padahal peru-ndingan itu tak diperlukan karena blok Ambalat jelas-je-las milik Indonesia.


Demikian tersimpul dari hasil wawancara Harian Terbit dengan pakar hukum laut internasional, Prof DR Dimyati Hartono dan pengamat militer MT Arifin, Sabtu (6/6), terkait perkembangan kasus Ambalat yang hingga kini tak berkesudahan. Blok Ambalat, kata Dimyati, jelas masuk wilayah Indonesia, karena itu Indonesia harus memiliki sikap bertahan.


Arifin secara tegas mengatakan, pemerintah Indonesia saat ini kehilangan arah. Dalam kasus Ambalat seharusnya Indonesia tidak perlu melakukan negosiasi dengan Malaysia.


Arifin juga menyebut, kelemahan Indonesia ada pada Presiden Yudhoyono, yang terlalu gampang ”meingkuti’ kemauan pihak luar, sehingga Malaysia menganggp remeh Indonesia.


Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Deplu RI mengintensifkan proses perundingan soal perbatasan dengan Malaysia untuk mengurangi potensi beda pendapat soal batas wilayah laut, jangan sampai merugikan salah satu pihak.


“Presiden meminta Deplu untuk melakukan upaya akselerasi agar perundingan dengan Malaysia bisa berjalan secara efisien,” kata Menko Polhukam Widodo AS usai rapat membahas soal batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia, Rabu (3/6).


Batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia yang dibahas itu meliputi batas wilayah laut di Selat Malaka, Johor, Laut China Selatan, serta wilayah Ambalat.


Menurut Dimyati, Pemerintah Indonesia sebenarnya punya hak menangkap kapal patroli Malaysia yang memasuki blok Ambalat tanpa izin. Karena wilayah tersebut sudah diakui dunia internaional sebagai bagian dari wilayah RI.


Dimyati menjelaskan, berdasarkan hukum laut internasional atau konvensi hukum laut PBB (United Nation Convention Law of Sea-UNCLOS) yang telah dituangkan dalam UU No.17 tahun 1984, Ambalat diakui dunia internasional sebagai bagian dari wilayah Indonesia.


“Jadi posisi Indonesia dalam kasus Ambalat bukan mengklaim. Tapi mempertahankan kedaulatan wilayah. Berdasarkan aturan internasional siapa pun yang melanggar wilayah suatu negara, negara tersebut berhak mempertahankan diri,” tegas Dimyati.


Dalam kasus Ambalat ini, kalau ada kapal patroli Malaysia memasuki Ambalat bisa saja digiring masuk ke pelabuhan Indonesia selanjutnya ditangkap. “Kapal nelayan saja tidak boleh melanggar batas wilayah negara lain, apalagi kapal patroli atau kapal perang,” ujarnya.


Menanggapi sikap pemerintah Indonesia dan Malaysia masih akan merundingkan Ambalat, Dimyati mengatakan jangan sampai Indonesia terkecoh seperti kasus Sipadan dan Ligitan. “Perundingan nanti harus menghasilkan pengakuan Malaysia bahwa Blok Ambalat adalah milik Indonesia,” tambahnya.


“Kita harus waspada jangan sampai dalam perundingan nanti Indonesia digiring Malaysia untuk membawa kasus Ambalat ke Mahkamah Intrernasional seperti kasus Sipadan dan Ligitan,” katanya.


“Saya kira Malaysia ini serakah. Setelah berhasil mengambil Sipadan dan Ligitan dia juga ingin mengambil Blkok Ambalat dengan membawa kasus tersebut ke Mahkamah Internasional,” ujarnya


“Sudah jelas-jelas wilayah Ambalat itu bagian dari NKRI, Tidak perlu kita negosiasi dengan Malaysia. Yang melanggar itu bukan kita, tapi Malaysia,” kata MT Arifin.


Diungkapkan, langkah pemerintah yang melakukan negosiasi dengan Malaysia tidak ada gunanya, karena langkah tersebut justru hanya menguntungkan dan memanjakan Malaysia.


Menurut Arifin, pemerintahan saat ini sudah tidak bisa diharapkan untuk menyelesaikan kasus Ambalat. Dengan demikian, yang perlu dilakukan adalah memperkuat pertahanan baik dari aspek militer, maupun mempersiapkan kekuatan dari rakyat Indonesia sendiri.


“Persiapkan kekuatan militer dan rakyat untuk menjaga perbatasan di Ambalat. Selain itu juga, Pemerintah terus aktif untuk memasukan kasus ini ke Mahkamah Internasional dengan menggunakan kekuatan diplomasi internasional yang harus dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.


Dikatakan, dampak kurangnya perhatian pemerintah terkait dengan anggaran yang minim untuk TNI memang tak dirasakan secara langsung. Tapi, dampaknya akan dirasakan di saat-saat kasus seperti Ambalat ini, yang mengancam kedaulatan Indonesia.


Kekuatan persenjataan, lanjutnya, dan peralatan-peralatan pertahanan yang begitu penting untuk menjaga batas-batas teritorial Indonesia tidak diperhatikan oleh pemerintah.


Reaksi keras yang ditunjukkan rakyat Indonesia atas sikap Malaysia yang kapal perangnya sering melanggar batas wilayah atau memasuki Ambalat ditanggapi dingin oleh rakyat Malaysia.


Direktur Kajian Sosiologis Indonesia, Khairudin Harahap dihubunghi di Kuala Lumpur Sabtu pagi mengatakan kasus Ambalat tidak menjadi topik pembicaraan rakyat Malaysia.


Koran-koran mau pun TV setempat hanya memberitakan pernyataan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Muhidin Yasin yang minta kasus Ambalat jangan dijadikan sensasi tapi akan diselesaikan secara baik-baik dengan Indonesia. (lam/abe)


sumber : http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=69178

Saatnya Penerapan Gambar “Serem” di Bungkus Rokok



JAKARTA, KOMPAS.com – Berdasarkan hasil penelitian, peringatan berbentuk teks dalam bungkus rokok tidak mampu memotivasi perokok untuk menghentikan kebiasaan buruknya. Untuk itulah, pemerintah seharusnya segera mengeluarkan kebijakan tentang penerapan peringatan berbentuk gambar pada kemasan rokok.


“Dari masyarakat yang diteliti, 50 persen mengatakan peringatan teks tidak terbukti, 26 persen tidak termotivasi untuk berhenti merokok, dan 24 persen tidak peduli karena terlanjur ketagihan,” ungkap Prof. Dr. Budi Setyanto, Sp.JP (K), ahli jantung RS. Harapan Kita, saat diskusi dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Jakarta, Sabtu (6/6).


Hal senada disampaikan Dr. Widyastuti Soerojo, MSc, Ketua TCSC IAKMI Badan Khusus Pengendali Tembakau. Studi di berbagai negara, kata Widyastuti membuktikan peringatan kesehatan berbentuk gambar sangat efektif meningkatkan kesadaran perokok akan bahaya rokok.


Selain itu, lanjut Widyastuti, peringatan dengan menggunakan gambar juga tidak membutuhkan biaya dari pemerintah. “Sementara pemerintah tidak punya anggaran yang cukup untuk memberikan pendidikan dampak rokok ke masyarakat,” ucapnya.


Widyastuti menambahkan, saat ini produsen rokok di Indonesia memproduksi dua versi bungkus rokok. Bungkus rokok dengan versi peringatan bergambar untuk diekspor, sedangkan ironisnya untuk masyarakat Indonesia cukup dengan tulisan.


“25 negara telah mencantumkan peringatan bergambar dan 4 negara di ASEAN. Negara lain bisa, mengapa tidak di Indonesia?,” tegasnya.


Untuk peringatan kesehatan yang efektif, lanjut Widyastuti, seharusnya berbentuk gambar dan tulisan pada bagian atas yang mencakup 50 persen permukaan depan dan belakang. Selain itu, berwarna dan tidak tertutup selubung sehingga mudah terlihat serta menunjukkan risiko merokok.


“Yang terakhir, pesannya tunggal dan diganti secara periodik. Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan itu,” lanjutnya.


Ketua Pengurus Harian YLKI, Husna Zahir mengatakan, tanggung jawab untuk memberikan informasi tentang dampak rokok bukan hanya pada pemerintah atau masyarakat, tetapi juga produsen rokok.


“Sekarang ini peringatan dari produsen setengah hati. Posisi teks kalah dengan logo, warna, merek, atau gambar dalam bungkus rokok,” paparnya.

Misteri Gunung Gede-Pangrango

2512947670_831970ba01



Kadangkala pendaki yang berada di kawasan alun-alun Surya Kencana akan mendengar suara kaki kuda yang berlarian, tapi kuda tersebut tidak terlihat wujudnya. Konon, kejadian ini pertanda Pangeran Surya Kencana datang ke alun-alun dengan dikawal oleh para prajurit. Selain itu para pendaki kadang kala akan melihat suatu bangunan istana.


Alun-alun Surya Kencana berupa sebuah lapangan datar dan luas pada ketinggian 2.750m dpl, di sebelah timur puncak Gede, merupakan padang rumput dan padang edelweiss. Surya Kencana adalah nama seorang putra Pangeran Aria Wiratanudatar (pendiri kota Cianjur) yang beristrikan seorang putri jin. Pangeran Surya Kencana memiliki dua putra : Prabu Sakti dan Prabu Siliwangi.


Kawasan Gunung Gede merupakan tempat bersemayam Pangeran Surya Kencana. Beliau bersama rakyat jin, menjadikan alun – alun sebagai lumbung padi yang disebut Leuit Salawe, Salawe Jajar, dan kebun kelapa salawe tangkal, salawe manggar.


Petilasan singgasana Pangeran Surya Kencana berupa sebuah batu besar berbentuk pelana. Hingga kini, petilasan tersebut masih berada di tengah alun-alun, dan disebut Batu Dongdang yang dijaga oleh Embah Layang Gading. Sumber air yang berada di tengah alun-alun, dahulu merupakan jamban untuk keperluan minum dan mandi.


Di dalam hutan yang mengitari Alun-alun Surya Kencana ini ada sebuah situs kuburan kuno tempat bersemayam Prabu Siliwangi. Pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi yang menguasai Jawa Barat, terjadi peperangan melawan Majapahit. Selain itu Prabu Siliwangi juga harus berperang melawan Kerajaan Kesultanan Banten. Setelah menderita kekalahan yang sangat hebat Prabu Siliwangi melarikan diri bersama para pengikutnya ke Gunung Gede.


Sekitar gunung Gede banyak terdapat petilasan peninggalan bersejarah yang dianggap sakral oleh sebagian peziarah, seperti petilasan Pangeran Suryakencana, putri jin dan Prabu Siliwangi. Kawag Gunung Gede yang terdiri dari, Kawah Ratu, Kawah Lanang, dan Kawah Wadon, dijaga oleh Embah Kalijaga. Embah Serah adalah penjaga Lawang Seketeng (pintu jaga) yang terdiri atas dua buah batu besar. Pintu jaga tersebut berada di Batu Kukus, sebelum lokasi air terjun panas yang menuju kearah puncak.


Eyang Jayakusumah adalah penjaga Gunung Sela yang berada disebelah utara puncak Gunung Gede. Sedangkan Eyang Jayarahmatan dan Embah Kadok menjaga dua buah batu dihalaman parkir kendaraan wisatawan kawasan cibodas. Batu tersebut pernah dihancurkan, namun bor mesin tidak mampu menghancurkannya. Dalam kawasan Kebun Raya Cibodas, terdapat petilasan/ makam Eyang Haji Mintarasa.


Pangeran Suryakencana menyimpan hartanya dalam sebuah gua lawa/walet yang berada di sekitar air terjun Cibeureum. Gua tersebut dijaga oleh Embah Dalem Cikundul. Tepat berada di tengah-tengah air terjun Cibeureum ini terdapat sebuah batu besar yang konon adalah perwujudan seorang pertapa sakti yang karena bertapa sangat lama dan tekun sehingga berubah menjadi batu. Pada hari kiamat nanti barulah ia akan kembali berubah menjadi manusia. (net)POSMETRO-MEDAN.COM

Jatuh dari Lantai 27 Masih Hidup



NINGBO, bangkapos.com — Kalau belum waktunya ajal, meski melompat dari lantai 27 bangunan pencakar langit di China timur, Kamis (4/6), dalam upaya bunuh diri, seorang perempuan selamat. Ia kini berada dalam kondisi stabil setelah menerima perawatan. Demikian dikatakan beberapa dokter Jumat.


Perempuan yang berusia 29 tahun dan bermarga Chen itu melompat dari satu jendela Haishu Shiji Plaza di Kota Ningbo, Provinsi Zhejiang, Kamis tengah hari. Secara ajaib, ia selamat setelah mendarat di cabang pohon dan jatuh di atas mobil.


Polisi mengatakan bahwa perempuan itu tak mendarat dengan kepala lebih dulu, kondisi yang barangkali memberi sumbangan bagi keselamatannya.


Ia menderita luka paru-paru dan patah tulang pada kaki kiri, dan ia tampaknya akan selamat. Hal itu diucapkan seorang dokter di Rumah Sakit Umum Ningbo No 2.


Suaminya mengatakan bahwa perempuan tersebut menderita depresi dua tahun lalu, ketika melahirkan. Juru bicara Kepolisian Ningbo mengatakan tak ada kondisi yang mencurigakan sehubungan dengan peristiwa itu.

Masjid Sultan Riau Dibangun dengan Putih Telur ?

0907112p


KOMPAS.com – Sebagai umat yang taat, sejumlah cara dapat dilakukan untuk mengagungkan Kebesaran Sang Pencipta, termasuk di antaranya mendirikan tempat ibadah yang seindah mungkin. Sebut saja, masjid Kubah Emas Dian Al Mahri di Depok yang kesohor atau Masjid Al Akbar di Surabaya.


Namun ada pula masjid yang dibangun dengan keunikan tersendiri sehingga membuat tempat ini menjadi luar biasa. Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau adalah salah satunya. Konon, bangunan masjid ini dibuat dengan putih telur sebagai perekat.


Masjid ini mulai dibangun sekitar tahun 1761-1812. Pada awalnya, masjid ini hanya berupa bangunan kayu sederhana berlantai batu bata yang hanya dilengkapi dengan sebuah menara setinggi kurang lebih 6 meter. Namun, seiring berjalannya waktu, masjid ini tidak lagi mampu menampung jumlah jamaah yang terus bertambah, sehingga Yang Dipertuan Muda Raja Abdurrahman Sultan Kerajaan Riau pada 1831-1844 berinisiatif untuk memperbaiki dan memperbesar masjid tersebut.


Untuk membuat sebuah masjid yang besar, Sultan Abdurrahman menyeru kepada seluruh rakyatnya untuk beramal dan bergotong-royong di jalan Allah. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada tanggal 1 Syawal 1248 Hijriah (1832 M), atau bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Panggilan tersebut ternyata telah menggerakkan hati segenap warga untuk berkontribusi pada pembangunan masjid tersebut.


Orang-orang dari seluruh pelosok teluk, ceruk, dan pulau di kawasan Riau Lingga berdatangan ke Pulau Penyengat untuk mengantarkan bahan bangunan, makanan dan tenaga, sebagai tanda cinta yang tulus kepada sang Pencipta dan sang sultan. Bahkan, kaum perempuan pun ikut serta dalam pembangunan masjid tersebut, sehingga proses pembangunannya selesai dalam waktu yang cepat. Terbukti, pondasi setinggi sekitar 3 meter dapat selesai hanya dalam waktu 3 minggu.


Konon, karena banyaknya bahan makanan yang disumbangkan penduduk, seperti beras, sayur, dan telur, para pekerja sampai merasa bosan makan telur, sehingga yang dimakan hanya kuning telurnya saja. Karena menyayangkan banyaknya putih telur yang terbuang, sang arsitek memanfaatkannya sebagai bahan bangunan. Sisa-sisa putih telur itu kemudian digunakan sebagai bahan perekat, dicampur dengan pasir dan kapur, sehingga membuat bangunan masjid dapat berdiri kokoh, bahkan hingga saat ini.


Masjid dengan ketebalan dinding mencapai 50 cm ini merupakan satu-satunya peninggalan Kerajaan Riau-Lingga yang masih utuh. Bahkan, hingga kini masjid ini masih digunakan oleh warga untuk beribadah. Luas keseluruhan kompleks masjid ini sekitar 54,4 x 32,2 meter. Bangunan induknya berukuran 29,3 x 19,5 meter, dan ditopang oleh empat tiang. Lantai bangunannya tersusun dari batu bata yang terbuat dari tanah liat. Di halaman masjid, terdapat dua buah rumah sotoh yang diperuntukkan bagi musafir dan tempat menyelenggarakan musyawarah. Selain itu, di halaman masjid juga terdapat dua balai, tempat menaruh makanan ketika ada kenduri dan untuk berbuka puasa ketika bulan Ramadhan tiba.


Dari Dermaga Panjang dan Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjung Pinang, bangunan Masjid Raya Sultan Riau yang berwarna kuning cerah terlihat mencolok di antara bangunan-bangunan lainnya di pulau Penyengat, pulau kecil seluas 240 hektar itu. Tiga belas kubah dan empat menara masjid berujung runcing setinggi 18,9 meter yang dulu digunakan oleh muadzin untuk mengumandangkan panggilan shalat membuat bangunan itu tampak megah seperti istana-istana raja di India.


Susunan kubahnya bervariasi, mengelompok dengan jumlah tiga dan empat kubah. Ketika kubah dan menara tersebut dijumlah, ia menunjuk pada angka 17. Hal ini dapat diartikan sebagai jumlah rekaat dalam shalat yang harus dilakukan oleh setiap umat Islam dalam sehari.


Keistimewaan dan keunikan masjid ini juga dapat dilihat dari benda-benda yang terdapat di dalamnya. Di dekat pintu masuk utama, pengunjung dapat menjumpai mushaf Al Quran tulisan tangan yang diletakkan di dalam peti kaca di depan pintu masuk. Mushaf ini ditulis oleh Abdurrahman Stambul pada tahun 1867 M.


Sebenarnya, masih ada satu lagi mushaf Al Quran tulisan tangan yang terdapat di masjid ini, namun tidak diperlihatkan untuk umum. Usianya lebih tua dibanding mushaf yang satunya, karena dibuat pada tahun 1752 M. Di bingkai mushaf yang tidak diketahui siapa penulisnya ini terdapat tafsiran-tafsiran dari ayat-ayat Al Quran. Hal ini mengindikasikan bahwa orang-orang Melayu tidak hanya menulis ulang mushaf, tetapi juga mencoba menerjemahkannya. Sayangnya, mushaf tersebut tidak dapat diperlihatkan kepada pengunjung lantaran kondisinya sudah rusak. Mushaf ini tersimpan bersama sekitar 300-an kitab di dalam dua lemari yang berada di sayap kanan depan masjid. Pengunjuug juga dilarang untuk mengambil foto di dalam masjid.


Benda lainnya yang menarik untuk dilihat adalah sebuah mimbar yang terbuat dari kayu jati. Mimbar ini khusus didatangkan dari Jepara, sebuah kota kecil di pesisir pantai utara yang terkenal dengan kerajinan ukirnya sejak lama. Sebenarnya ada dua mimbar yang dipesan waktu itu, yang satu adalah mimbar yang diletakkan di Masjid Sultan Riau ini, sedangkan yang satunya lagi, yang berukuran lebih kecil, diletakkan di masjid di daerah Daik.


Di dekat mimbar, Masjid Sultan Riau ini tersimpan sepiring pasir yang konon berasal dari tanah Mekkah al-Mukarramah, melengkapi benda-benda lainnya seperti permadani dari Turki dan lampu kristal. Pasir ini dibawa oleh Raja Ahmad Engku Haji Tua, bangsawan Riau pertama yang menunaikan ibadah haji, yaitu pada tahun 1820 M. Pasir tersebut biasa digunakan masyarakat setempat pada upacara jejak tanah, suatu tradisi menginjak tanah untuk pertama kali bagi anak-anak.


Selain itu, masjid yang memiliki tujuh pintu dan enam jendela ini juga dilengkapi dengan beberapa bangunan penunjang, seperti tempat wudhu, rumah sotoh, dan balai tempat melakukan musyawarah. Bangunan tempat mengambil air wudu berada di sebelah kanan dan kiri masjid. Sedangkan rumah sotoh dan balai tempat pertemuan berada di bagian kanan dan kiri halaman depan masjid.


Balai-balai yang bentuknya menyerupai rumah panggung tak berdinding ini dulu digunakan sebagai tempat untuk menunggu waktu shalat dan berbuka puasa pada bulan Ramadhan. Sedangkan rumah sotoh, bangunan dengan gaya arsitektur menyerupai rumah di Arab namun beratap genting ini, sebelumnya merupakan tempat untuk bermusyawarah dan mempelajari ilmu agama. Beberapa ulama terkenal Riau pada masa itu, seperti Syekh Ahmad Jabrati, Syekh Arsyad Banjar, Syekh Ismail, dan Haji Shahabuddin pernah mengajarkan ilmu agama di tempat ini.


Masjid Raya Sultan Riau terletak di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Propinsi Kepulauan Riau. Dari dermaga Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang, pengunjung dapat menaiki pompong untuk mencapai pulau ini. Untuk memasuki lokasi ini, pengunjung tidak dipungut biaya. Namun, bagi pengunjung yang ingin beramal, di pintu utama masjid terdapat kotak amal, atau dapat diberikan langsung kepada pengurus masjid.


Di Pulau Penyengat, pengunjung juga dapat menjumpai cukup banyak rumah makan yang menjajakan masakan khas Melayu dan rumah penginapan yang dikelola penduduk setempat.

Mainan Khusus Buat Bayi TERMINATOR











Ulat Yang Paling Menggelikan


Anda geli lihat ulat? Nah.. itu masih ulat yang biasa. Bagaimana dengan ulat yang tidak biasa atau jarang dijumpai seperti gambar dan video di bawah ini?









Profil dan Foto Finalis Miss Indonesia 2009

Inilah Profil dan Foto Finalis Miss Indonesia 2009 yang terdiri dari 33 orang dan nanti malam Jumat (05/06/09) akan ditentukan siapa akan menjadi pemenangnya


1. BALI
VIVIANE (Vivi)
Semester VI Jurusan Hospitality SPIM PTLP Dhyana Pura, Denpasar
Bungsu dari 4 bersaudara ini memiliki ketertarikan yang sangat besar pada dunia pariwisata dan sosial. Vivi yang lahir pada tanggal 5 Maret 1987 ini pernah mengikuti program internship di Kinchi Restaurant, Melbourne-Australia. Vivi yang rutin melakukan olahraga yoga ini juga sangat mengidolakan Mother Theresa yang memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Kekagumannya pada Mother Theresa membuat Vivi tidak segan untuk terjun langsung menjadi volunteer pada berbagai kegiatan sosial, termasuk ketika bencana Situ Gintung terjadi beberapa waktu yang lalu. Hal inilah yang memicunya untuk mengikuti pemilihan Miss Indonesia 2009 agar ia dapat melakukan lebih banyak kegiatan sosial dan berguna bagi banyak orang.

Ketik MI(spasi)BALI kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

2. BANGKA BELITUNG
DEWI YULIA SARI (Dewi)
Semester VIII Fakultas Tekhnologi dan Desain, Universitas Persada Indonesia
Langganan juara kelas semasa SMP dan SMU ini memiliki segudang prestasi di dunia modeling. Dewi, sapaan akrabnya, mulai terjun ke dunia modeling sejak tahun 2004. Ia juga rajin ikut berbagai audisi, termasuk audisi mencari bintang film ’30 Hari Mencari Cinta’ versi sinetron. Di ajang ini ia hanya mampu masuk ke posisi 5 besar. Ketertarikannya pada dunia entertainment menjadi motivasinya untuk ikut dalam ajang Miss Indonesia 2009. Memiliki darah Bangka dari sang Ibu, penggemar olahraga basket dan futsal yang lahir di Jakarta, 29 Juli 1987 ini berharap melalui ajang Miss Indonesia ia dapat mengembangkan talentanya dan mendapatkan berbagai pengalaman berharga yang bisa digunakan untuk karirnya ke depan.

Ketik MI(spasi)BABEL kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

3. BANTEN
RIKKE AUDRIA VALENTINE (Rikke)
Kelas 3 IPA SMU BPI 1, Bandung

Dara manis yang lahir di hari kasih sayang 17 tahun yang lalu ini, memiliki keterampilan bermain angklung. Meski usianya relatif masih sangat muda, putri pasangan Drs. H. Yan Fachrudin dan Dra. H. Euis Komara ini sudah memiliki berbagai prestasi di dunia modeling. Ia juga aktif di team voli sekolahnya. Jika terpilih menjadi Miss Indonesia 2009, Rikke yang bercita-cita menjadi pengacara seperti idolanya Ruhut Sitompul ini ingin membuat program kerja bagi ibu-ibu kurang mampu. Baginya untuk menjadi seorang Miss Indonesia tidak cukup hanya cantik. Seorang Miss Indonesia haruslah berpikiran kreatif dan memiliki banyak wawasan.

Ketik MI(spasi)BANTEN kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

4. BENGKULU
PRADITA AYU YUSTISIA (Dita)
Semester IV Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran

Dita yang pernah menjadi Duta Pariwisata Pasuruan pada tahun 2005 ini, memilih kuliah di jurusan hukum Universitas Padjajaran agar dapat mengikuti jejak ayahnya, Sir Johan, S.H, M.H, yang berprofesi sebagai hakim. Anak ke-2 dari 3 bersaudara yang lahir pada tanggal 25 Maret 1989 ini tercatat sebagai siswa yang berprestasi semasa sekolah dan pernah menjadi Paskibraka untuk wilayah Jawa timur. Ketika berkuliah di Bandung, Dita sempat terpilih sebagai pemenang dalam berbagai ajang model daerah.

Ketik MI(spasi)BENGKULU kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

5. D. I. YOGYAKARTA
NURASTUTI WIJARENI (Reni)
Lulusan S1 Hospitality Management 2007, International Hospitality Management University, Manchester

Putri bungsu dari Sri Sultan HB X dan GKR Hemas ini menghabiskan sebagian besar masa remajanya di luar negeri. Lahir dan besar di Kraton Kilen Yogyakarta tidak menjadikan gadis yang memiliki keterampilan membuat berbagai aksesoris ini tumbuh menjadi gadis manja. Pengalamannya tinggal berjauhan dengan orang tuanya telah mendidiknya menjadi seorang anak yang mandiri. “Tinggal di luar negeri membuka cara pandang sekaligus memperkaya wawasan saya,” ujar Reni yang lahir pada tanggal 18 September 1986 ini. Semasa bersekolah di Manchester ia pernah terpilih sebagai ‘Upper Second Class Qualify’ dan ‘Distingtion (Grade A) in Second Year’. Selain itu ia juga pernah terpilih sebagai Best Citizenship in MY University untuk kategori best behaviour and academic.

Ketik MI(spasi)DIY kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

6. DKI JAKARTA
KERENINA SUNNY HALIM (Kerenina)
Home Schooling Christian Vocational Academy

Memiliki seorang Ibu yang berasal dari Montana, Amerika dan aktif di NGO membuat gadis cantik yang akrab disapa Nina ini ikut memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi. Ia pernah ikut turun menjadi pengajar bagi anak-anak korban tsunami Aceh. Selain itu, Nina yang memiliki prinsip mengutamakan kebahagiaan orang lain di atas kebahagiaan pribadi ini memiliki 6 gelar diploma, antara lain di bidang Public Relations, Sales and Marketing, Primary Teeching, Economics, Performing Arts dan Music and Arts. Nina yang lahir di Jakarta, 13 Juni 1986 saat ini aktif mengajar di sebuah SMP di Jakarta.

Ketik MI(spasi)JAKARTA kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

7. GORONTALO
OKTAVINA MONOARFA (Oktavina)
Cabin crew for Etihad Airways

Empat tahun tinggal di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, memberikan banyak pengalaman yang sangat berharga bagi Oktavina. Selain jadi lancar berbahasa Inggris, pengalaman tinggal di luar negeri membuat gadis kelahiran 13 Oktober 1984 ini semakin mencintai kebudayaan Indonesia. Kecintaannya pada budaya Indonesia ini mengantarkannya untuk bergabung di ‘Ketoprak Art and Event Organization’ di Dubai. Oktavina yang sangat senang bernyanyi dan traveling ini juga adalah seorang atlit renang semasa tinggal di Surabaya. Tujuannya ikut dalam Miss Indonesia 2009 adalah agar dapat membahagiakan kedua orang tuanya yang berasal dari Gorontalo.

Ketik MI(spasi)GORONTALO kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

8. JAMBI
ANGGITALARA RIFANDA (Anggy)
Semester akhir Jurusan Periklanan Fakultas Komunikasi, Univ. Prof. Dr. Moestopo

Menjadi seorang Account Executive untuk sebuah stasiun radio terkemuka di Jakarta membuat Anggi memiliki kemampuan berkomunikasi yang sangat baik. Anggi memang termasuk seorang pekerja keras. Meski kuliah sambil bekerja, Anggi tetap tidak kehilangan waktu untuk berkumpul dan bersenang-senang dengan teman-teman dekatnya. Anak sulung dari 2 bersaudara ini sangat mengagumi ibunya karena baginya sang Ibu, Linda Marthinelly, B. Sc, adalah sosok pribadi yang tangguh dan tidak gampang menyerah. Impian Anggi yang lahir di Jambi pada tanggal 15 September 1987 ini ingin menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat sekolah keterampilan bagi anak-anak kurang mampu.

Ketik MI(spasi)JAMBI kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

9. JAWA BARAT
KALIA LABITTA YUDHASOKA (Lala)
SMU kelas 2 IPA SMAN 5 Bandung

Dunia modeling bukan hal baru bagi Lala. Sejak remaja ia dan kakaknya sudah akrab dengan panggung catwalk. Lala yang juga model di sebuah majalah remaja nasional ini memiliki kemampuan bermain biola dan menari tradisional. Selain modeling, Lala juga pernah menjadi presenter salah satu program TV lokal di Bandung pada tahun 2007. Berbagai prestasi diraihnya baik di bidang modeling maupun bidang akademis. “Semua ini saya lakukan untuk mengembalikan senyum di wajah Mama, karena Mama jadi jarang tersenyum bahagia sejak berpisah dengan Ayah,” ungkap gadis kelahiran Cilacap, 11 Februari 1992 ini.

Ketik MI(spasi)JABAR kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

10. JAWA TENGAH
RATU VICKA DEWI ASRI (Vicka)
S1 Hukum Universitas Padjajaran Bandung

Gadis yang punya motto ‘awali harimu dengan senyuman’ ini selain aktif di dunia modeling juga aktif di berbagai organisasi. Semasa kuliah ia pernah menjabat sebagai sekretaris organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Vicka mulai aktif di dunia organisasi sejak bergabung dengan OSIS di SLTPN 25 Bandung, tempatnya bersekolah dulu. Ketika melanjutkan pendidikan ke SMA pun Vicka yang lahir pada tanggal 29 Mei 1988 ini tetap bergabung dengan OSIS sekolahnya. Putri kedua pasangan Tubagus Hardi Pribadi, SE dan Rr. Dwi Astuti Sri Dosowati yang asli Jawa ini mengaku mencoba masuk dunia modeling adalah sebagai salah satu cara untuk menyalurkan hobinya.

Ketik MI(spasi)JATENG kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

11. JAWA TIMUR

ANITA ISNAENI PUSPARINI (Nitnot)
Semester VI Jurusan Psikologi Univ. Airlangga

Semifinalis Cak dan Ning Surabaya tahun 2007 ini memiliki beberapa prestasi di bidang modelling. Anita yang aktif dalam kegiatan kemahasiswaan ini senang mengkreasikan aksesoris untuk baju-baju koleksinya. Lahir pada tanggal 1 Maret 1989, finalis Miss Kampus 2008 yang diselenggarakan Jawa Pos Campus Expo ini ingin menjelajahi seluruh wilayah pedalaman Indonesia dengan misi sosial jika ia terpilih sebagai Miss Indonesia 2009 nantinya

Ketik MI(spasi)JATIM kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

12. KALIMANTAN BARAT
THIRZZA PUSPITA CHANDRA (Thirzza)
Semester VIII Ekonomi Pemasaran, Univ. Petra Surabaya

Gadis yang aktif dalam kegiatan sosial gereja ini memiliki semangat untuk saling mengasihi sesama manusia yang sangat tinggi dalam dirinya. Salah satu tujuannya mengikuti pemilihan Miss Indonesia juga adalah agar ia dapat terlibat lebih banyak lagi dalam berbagai kegiatan sosial dan sebisa mungkin berskala nasional. Merayakan ulang tahun bersama anak-anak cacat merupakan salah satu pengalaman paling berkesan dalam hidupnya. Thirzza yang lahir pada tanggal 13 Juni 1987 ini baru memulai karirnya sebagai marketing export. Thirzza juga memiliki bakat desain dan berkeinginan suatu saat dapat mengembangkan bakatnya ke arah professional.

Ketik MI(spasi)KALBAR kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

13. KALIMANTAN SELATAN
SHINTA RESTYANTI PRAVIANDARI (Shinta)
Semester VII Sastra Inggris, Univ. Diponegoro Semarang

Calon Sarjana Sastra berusia 24 tahun ini adalah seseorang yang humble dan sering menjadi tempat curhat teman-temannya. Menyukai berbagai jenis olahraga atletik dan merupakan seseorang yang sangat ambisius adalah karakter yang lekat pada diri gadis berdarah Dayak yang lahir pada tanggal 7 Juni 1984 ini. Mengaku tergila-gila pada dunia fashion, Shinta-pun memilih baju dan aksesoris sebagai koleksi pribadinya. Jika terpilih sebagai Miss Indonesia 2009, Shinta ingin memfokuskan program kerjanya pada bidang pendidikan.

Ketik MI(spasi)KALSEL kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

14. KALIMANTAN TENGAH
AINUKALFITHRIA KAUKABIE (Nuka)
Semester II Ilmu Politik, Univ. Airlangga Surabaya

Si sulung dari 2 bersaudara ini pernah menjabat sebagai Duta Wisata Bontang dan terpilih sebagai Putri Persahabatan Bontang pada tahun 2005. Tidak ada kata terlambat bagi dirinya. Hal ini ia tunjukkan ketika ia keluar dari kuliahnya di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga untuk berkuliah di Fakultas Komunikasi universitas yang sama. Bagi dia hidup adalah sebuah pilihan. “Just simple, take it or leave it,” ujarnya. Lolos SPMB merupakan hal paling berkesan dalam hidup gadis kelahiran Banyuwangi, 20 Mei 1988 ini.

Ketik MI(spasi)KALTENG kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

15. KALIMANTAN TIMUR
GRACE JOSELINI CORLESA SETIAWAN (Grace)
S1 Kedokteran Umum, Univ. Pembangunan Nasional ‘Veteran’

Dokter muda yang cantik ini sekarang terdaftar sebagai salah satu anggota aktif Partai Damai Sejahtera. Ia pernah ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampusnya. Di tengah kesibukannya ia juga masih menyempatkan diri untuk mengikuti berbagai pemilihan model. Juara I Putri Mawar Indonesia, Putri Flora Remaja, dan Top Model Batik adalah beberapa diantara sekian prestasi yang pernah diraihnya. Grace yang lahir di Jakarta, 20 Desember 1984 ini mengikuti ajang Miss Indonesia 2009 karena dipercaya Pemda Kalimantan Timur untuk mewakili daerahnya. Jika terpilih sebagai Miss Indonesia 2009 ia berkeinginan untuk lebih menggalakkan kampanye bahaya kanker serviks.

Ketik MI(spasi)KALTIM kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

16. KEPULAUAN RIAU
DIAS AGATA (Aga)
Semester VI Sastra Inggris, Univ. Negeri Surabaya

Host salah satu televisi lokal di Surabaya ini pernah mendapat pangilan ‘Miss Beri-beri’ dari teman-teman sefakultas-nya karena kejadian memalukan yang menimpanya sewaktu OSPEK. Aga yang aktif di berbagai kegiatan sosial dan sering meraih gelar juara dalam berbagai pemilihan model ini juga memiliki keterampilan mendesain busana wanita. Aga lahir pada tanggal 24 Agustus 1988 dan mengaku sudah 3 tahun terakhir ini mengkoleksi sepatu. Ia sangat mengagumi Anissa Pohan dan menjadikannya sebagai role model. Di matanya Anissa Pohan adalah sosok yang cantik, smart, down to earth, dan dapat membawa diri dengan baik di tengah masyarakat.

Ketik MI(spasi)KEPRI kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

17. LAMPUNG
GIEZTIA MARDINI (Gieztia)
Semester VIII Hubungan Internasional, Univ. Padjajaran Bandung

Gieztia sudah mulai mengikuti berbagai pemilihan model sejak TK. Gadis yang pandai melukis ini juga pernah dua kali terpilih sebagai duta wisata, yaitu pada tahun 2005 sebagai Duta Wisata Belanja Bandung dan tahun 2007 sebagai Duta Wisata Indonesia wakil Prov. Jawa Barat. Gieztia yang lahir di Tanjung Karang pada 3 Mei 1987 ini memiliki obsesi untuk dapat menulis sebuah buku yang disukai banyak orang. Selain menjadi penyiar radio, ia juga adalah presenter pada sebuah stasiun TV lokal di Bandung. Salah satu pengalaman paling membanggakan bagi dirinya adalah ketika bertindak sebagai tim praktikum profesi Hubungan Internasional UNPAD ‘Goes to Europe’ dan tercatat sebagai tim mahasiswa Indoensia pertama yang berkunjung ke NATO (The North Atlantic Treaty)

Ketik MI(spasi)LAMPUNG kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

18. MALUKU
VIRGINIA ENGELINA SOUMOKIL (Angel)
Semester VI Public Relations, Univ. Budi Luhur

Angel yang mengaku sangat bangga dengan ayahnya (alm.) yang dulunya berprofesi sebagai pelaut ini memiliki darah Portugis dari neneknya. Gadis yang pandai menari Bali ini sangat percaya diri dan menyukai berbagai hal baru. Angel yang lahir pada tanggal 9 Februari 1988 merasa dirinya adalah seorang wanita yang S.M.A.R.T (sensitive, measurable, attractive, reasonable, time limited). “Dengan modal ini saya yakin saya bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia jika terpilih untuk mewakili Indonesia ke ajang Miss World,” ujar Angel penuh percaya diri.

Ketik MI(spasi)MALUKU kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

19. MALUKU UTARA
LIVIANA CHERLISA LATIEF (Livi)
Semester VI Broadcasting, Univ. Al Azhar

Si jago taekwondo ini punya segudang pengalaman di berbagai bidang. Dari mulai seni tari, modeling hingga akting pernah dicobanya. Livi yang lahir pada 9 Desember 1989 dan memiliki darah Maluku Utara dari sang ayah ini sangat menyukai olahraga diving dan snorkeling. “Mumpung masih muda, saya ingin mencoba semua hal yang positif. Inilah yang akan memperkaya kita,” ucap Livi mantap.

Ketik MI(spasi)MALUT kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

20. NANGGROE ACEH DARUSSALAM
DESVITA FERANIKA (Vita)
S1 Aristektur, Univ. Islam Indonesia Yogyakarta

Menjadi anak sulung dalam keluarga membentuk pribadi yang bertanggung jawab dalam diri Vita. Gadis yang jago bermain gitar ini selalu berusaha keras untuk menggapai keinginannya. Ia ingin menjadi panutan bagi kedua orang adiknya. Vita lahir di Lhouksemawe pada 15 Desember 1985. Meski berkuliah di jurusan arsitektur Vita mengaku memiliki ketertarikan cukup besar pada dunia entertainment.

Ketik MI(spasi)NAD kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

21. NUSA TENGGARA BARAT
VINTA WIDYAWATI (Vinta)
Pengajar Ekskul Modelling di TK Kuncup Bunga

Menjadi seorang model professional adalah mimpi Vinta sejak kecil. Tidak heran jika kemudian dunia modeling sangat dekat dengan kehidupan Vinta. Profesi yang dijalaninya pun tidak jauh-jauh dari dunia modeling. Bisa go international adalah obsesi yang ingin dicapai gadis kelahiran 10 Mei 1989 ini.

Ketik MI(spasi)NTB kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

22. NUSA TENGGARA TIMUR
PRIMASARI MIATONA BONITA LAUWOIE (Bonita)
Semester VI Manajemen, Univ. Sanata Dharma Yogyakarta

Menjadi anak tunggal tidak membuat Bonita tumbuh menjadi anak yang manja. Ini terlihat dari keberaniannya tinggal berjauhan dengan kedua orang-tuanya demi menuntut ilmu. Keluarganya berasal dari Kupang namun saat ini menetap di Jakarta, sementara Bonita menuntut ilmu di Yogyakarta. Berorganisasi, menari dan menggambar adalah hobinya. Juara favorit Miss Jogja 2008 ini lahir pada tanggal 3 September 1988.

Ketik MI(spasi)NTT kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

23. PAPUA
NADIA ADELINE (Nadia)
S1 Ekonomi, Univ. Widyatama Bandung

Gadis yang sekarang berprofesi sebagai guru ini memiliki obsesi ingin mengajar di pedalaman Papua. Ia berprinsip dalam melaksanakan segala hal harus seperti melakukannya untuk Tuhan agar hasilnya menjadi maksimal. Tidak heran jika kemudian Nadia yang lahir pada tanggal 4 November 1985 ini sangat aktif dalam berbagai aktivitas sosial, terutama dalam bidang pendidikan. Pengalaman paling berkesan yang ia miliki adalah ketika berbagi makanan bersama kelompok pemulung di TPA Leuwi Gajah.

Ketik MI(spasi)PAPUA kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

24. PAPUA BARAT
AULIA ARIANTI MAHARANI (Rani)
Semester II Sastra Inggris, Univ. Indonesia

Memiliki seorang ayah yang bekerja sebagai polisi membuat Rani tumbuh besar dalam keluarga dengan iklim disiplin yang tinggi. Ayahnya, Hendrian Muntanzar, sering berpindah-pindah tempat kerja karena tuntutan profesinya. Hal ini menjadi suatu pengalaman yang menarik bagi Rani karena ia bisa mempelajari berbagai budaya dari wilayah Indonesia yang terkenal akan keanekaragaman budayanya. Tinggal di Papua selama 4 tahun merupakan salah satu pengalaman paling berkesan bagi Rani yang lahir pada tanggal 23 Juli 1990 ini. Ia menguasai bahasa Jerman dan Inggris.

Ketik MI(spasi)PAPUABAR kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

25. RIAU
SISILIA KESUMA DEWI (Sisil)
Semester VIII, Kedokteran Umum, Univ. Negeri I Pekanbaru

Mantan Paskibraka Prov. Riau ini sudah mulai masuk ke dunia fashion show sejak duduk di bangku SMU. Selain prestasi akademis, Sisil juga memiliki berbagai prestasi non-akademis. Ketika duduk di bangku SMP, Sisil terpilih sebagai mayoret di sekolahnya. Ia juga dipercaya mewakili sekolahnya untuk mengikuti olimpiade biologi. Sisil yang lahir pada tanggal 6 Maret 1987 ini sampai sekarang masih aktif dalam organisasi kampus.

Ketik MI(spasi)RIAU kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

26. SULAWESI BARAT
MELATI PUTRI KUSUMA DEWI (Putri)
S1 Arsitektur, Univ. Trisakti Jakarta

Gadis yang memiliki darah Pakistan dan Belanda dari ibunya ini pernah ditunjuk sebagai MTV High School Ambassador semasa SMU. Putri, demikian panggilan akrabnya, juga termasuk dalam 10 lulusan terbaik dari jurusan arsitektur kampusnya. Putri lahir pada tanggal 2 September 1985. Putri gemar mengkoleksi perangko sejak umur 10 tahun dan boneka porcelain sejak umur 15 tahun. Ia juga pandai bermain gitar.

Ketik MI(spasi)SULBAR kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

27. SULAWESI SELATAN
EMMI ASMIN (Emmi)
Semester III Farmasi, Politekhnik Makassar

Emmi yang memiliki postur tubuh tinggi ini sangat senang membaca novel. Bahkan ia sudah mulai mengkoleksi novel sejak usia 6 tahun. Emmi yang lahir di Sidrap pada 27 September 21 tahun yang lalu ini pada awalnya terjun ke dunia model karena diminta oleh teman-temannya yang menilai ia memiliki potensi untuk menjadi model. Pertama kali ia ikut lomba pemilihan model dia berhasil meraih juara pertama. Hal inilah yang kemudian memicunya untuk terus aktif di dunia modeling.

Ketik MI(spasi)SULSEL kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

28. SULAWESI TENGAH
MARISSA RAMOUNA (Marissa)
Semester VI Desain Komunikasi Visual Univ. Trisakti

Mantan Paskibra ini senang melukis dan menjadikan lukisannya sebagai koleksi pribadi. Minatnya yang tinggi pada bidang seni juga membuat ia rajin mengkoleksi berbagai karya seni. Kecintaannya pada dunia seni pula yang mengantarkannya memilih kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual. Marissa yang mengaku gemar makan ikan bakar khas Sulawesi ini memiliki darah campuran Sulawesi Tengah dan Sumatra Barat. Ia lahir pada tanggal 28 Maret 1988.

Ketik MI(spasi)SULTENG kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

29. SULAWESI TENGGARA
ANINDA SEKAR PUTRI (Ninda)
Semester III Finance, School of Business and Management ITB

Peraih beasiswa mahasiswa berprestasi dari PT. Suara Merdeka dari tahun 2003 hingga sekarang ini sangat aktif dan memiliki berbagai kegiatan dari mulai dunia modeling, broadcast, akting, hingga organisasi kampus. Si bungsu dari dua bersaudara ini memang memiliki jiwa petualangan yang tinggi dan selalu ingin mencoba hal yang baru. Bagi gadis berusia 20 tahun yang merayakan ulang tahun setiap tanggal 9 Juni ini hidup akan sangat menarik jika diisi dengan cinta dan pengetahuan. Ninda juga pernah meraih prestasi juara I dalam sebuah ajang pemilihan model di sebuah daerah.

Ketik MI(spasi)SULTRA kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

30. SULAWESI UTARA
LANI KARMA (Lani)
Kelas III IPS SMU 46 Jakarta (telah diterima di Jur. Communication Information Univ. Indonesia).

Gadis cantik ini memiliki latar belakang keluarga yang cukup beragam. Ia mewarisi darah Manado-Bali dari sang ayah, dan mewarisi darah Italia-Australia dari sang ibu. Lani yang lahir pada 19 Agustus 1990 ini sejak SD hingga SMU tidak pernah keluar dari deret rangking 3 besar di kelasnya. Dia juga sering menjuarai lomba cerdas cermat dan pidato bahasa Inggris. Lani yang mengaku sangat mencintai ayahnya ini juga hobi menggambar. “Saya ikut Miss Indonesia untuk menambah wawasan, sekaligus menguji wawasan yang saya miliki sekarang,” ujar Lani mantap.

Ketik MI(spasi)SULUT kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

31. SUMATERA BARAT
YEFITA CITRAWATI (Yefita)
Semester II Psikologi, Univ. Gadjah Mada Yogyakarta

Usia muda bagi Yefita adalah saatnya berprestasi. Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, Fita sudah mengukir banyak prestasi termasuk prestasi di bidang modeling. Fita yang sudah membintangi 2 judul FTV ini juga aktif di marching band sejak SMU hingga sekarang duduk di bangku kuliah. Gadis yang lahir pada 17 Oktober 1990 dan mewarisi darah Padang dari sang ayah, Yeriko Azmi, S.E, Akt ini juga menguasai bahasa Arab.

Ketik MI(spasi)SUMBAR kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

32. SUMATERA SELATAN
LEIDA MARGARETHA (Leida)
Semester II Kedokteran Umum Universitas Kristen Indonesia

Kuliah di jurusan serius seperti kedokteran tidak lantas membuat Leida berhenti melakukan hobinya. Leida yang gemar menggambar berbagai jenis anime (kartun Jepang), realis dan karikatur ini pernah meraih peringkat ‘istimewa’ pada pelajaran Ilmu Komputer pada subjek design website ketika duduk di bangku kelas III SMU. Leida yang lahir pada tanggal 13 Mei 1989 ini mengaku ingin mengikuti jejak ayahnya sebagai dokter ahli bedah ontologi. Ia juga sangat senang menulis dan dulu rajin mengirimkan tulisannya untuk ditampilkan di mading sekolahnya.

Ketik MI(spasi)SUMSEL kirim ke 6288 (Tarif Rp.2000/sms)

33. SUMATERA UTARA
MARIA DYER ACHSAHINTA SINAGA (Acha)
Semester VI Mass Communication London School Of Public Relations

Delapan tahun tinggal di Hongkong memberikan banyak pengalaman dan wawasan baru pada gadis yang telah main di 4 judul FTV ini. Acha, demikian sapaannya sehari-hari, adalah anak dari pasangan pendeta sekaligus pengajar, Jaliaman Sinaga dan Marilynda Sumbayak. Gadis berdarah Batak ini sangat menyukai traveling dan memiliki obsesi untuk bisa jalan-jalan ke 5 benua yang ada di dunia. Selain memilliki bakat modeling, Acha yang lahir pada 30 Juni 1989 ini juga memiliki bakat menyanyi yang ia padukan dengan bakat aktingnya. Acha sempat beberapa kali tampil di pementasan drama musikal di kampusnya.





Sumber: www.rcti.tv

Blog Archive

Bagaimanakah pendapat Anda tentang Blog saya?

Terima kasih kepada teman teman dan rekan rekan